Sutradara Hanung Bramantyo mengungkapkan kasus dugaan penganiayaan yang menimpa karyawannya, Faisal, dan turut disaksikan langsung oleh anaknya, Kala Madali Bramantyo, kini telah dimediasi oleh pengadilan militer. Mediasi tersebut dilakukan secara resmi dan disaksikan langsung oleh hakim militer. “Alhamdulillah kita semuanya sudah dimediasi oleh pengadilan. Mediasi itu dilakukan secara official, itu memang di pengadilan militer dan disaksikan oleh hakim, dimediasi langsung oleh hakim militer,” ujar Hanung saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (22/8/2026).

Hanung Bramantyo menegaskan proses pemaafan antara pihak keluarganya dan terdakwa dilakukan melalui jalur hukum yang berlaku, bukan sekadar permintaan maaf informal di luar prosedur. “Proses pemaafan itu harus dilakukan dengan cara yang legal, dengan cara yang berprosedur. Bukan pada saat kejadian terus kemudian kita diminta untuk segera mediasi, segera minta maaf, bukan begitu, tetapi kita menempuh jalur hukum yang ada,” tuturnya.
Sutradara film Children of Heaven itu menyebut, meski keluarganya membuka pintu maaf kepada terdakwa, keputusan soal kelanjutan proses hukum sepenuhnya diserahkan kepada mekanisme pengadilan militer.
“Apakah proses ini akan dilanjutkan atau dimaafkan dalam artian bebas, saya bilang sesuai dengan proses hukumnya lah akan seperti apa. Kalau misalnya memang sudah tidak ada yang dirugikan lagi, ya sudah begitu saja,” kata Hanung. Hanung Bramantyo menilai peristiwa yang dialami keluarganya menjadi pembelajaran bagi banyak pihak, termasuk anaknya, dirinya sebagai orang tua, hingga pelaku. “Hasil dari sebuah peristiwa itu adalah sebuah pembelajaran. Pembelajaran buat Kala, pembelajaran buat saya sebagai orang tua, pembelajaran buat pelaku juga untuk menahan emosi agar tidak terus meluapkan emosinya ketika terjadi sesuatu,” ujarnya.
Di akhir keterangannya, Hanung Bramantyo menegaskan tetap percaya terhadap institusi militer meski anaknya sempat menjadi korban tindakan oknum anggotanya. “Saya percaya lembaga institusi militer itu masih kita butuhkan demi menjaga keamanan, kenyamanan rakyat, termasuk saya, anak saya, istri saya di masa depan,” tutupnya.
Awal mula kasus Sebagai informasi, kasus ini bermula dari insiden pemukulan terhadap Faisal, karyawan Hanung Bramantyo dan Zaskia Adya Mecca, yang terjadi pada Senin, 22 September 2025, saat mengantar Kala Madali ke sekolah.
Pelaku berinisial N yang merupakan anggota TNI, diduga melakukan kekerasan usai tersulut emosi dalam sebuah insiden di jalan. N kemudian ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Pomdam Jaya untuk menjalani proses hukum secara militer. Kasus tersebut sempat menyita perhatian publik lantaran melibatkan aparat negara sebagai terduga pelaku.
Sejumlah atasan N sempat menghubungi langsung Hanung untuk menyampaikan permintaan maaf, sembari memastikan proses hukum tetap berjalan sesuai prosedur tanpa upaya penyelesaian damai di luar jalur hukum. Perkara ini akhirnya bergulir ke persidangan di Pengadilan Militer Utama pada 7 April 2026, dengan Kala turut dihadirkan sebagai saksi kunci dalam sidang tertutup yang disesuaikan dengan kondisinya sebagai anak di bawah umur.